Senin, 16 November 2009

Makalah ekonomi mikro

Kata Pengantar


Pertama-tama kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt. Karena pada samapai saat ini saya masih bisa menyelesaikan tugas makalah ekonomi ini. Pertama saya akan berterima kasih kepada Bpk.Mukhyi selaku dosen pembimbing materi ekonomi mikro,yang sudah memberikan sedikit ilmu nya kepada saya.
Makalah saya kali ini bertemakan “ Permintaan dan penawaran produksi kendaraan motor di DKI Jakarta” selajutnya untuk lebih memahami silahkan baca makalah dari saya. Apabila ada kata yang salah saya mohon maaf.



Depok,10 November 2009



Nadia Nastiti Utami





I. Latar belakang

Permintaan produksi kendaraan bermotor di DKI Jakarta seperti nya semakin meluas saja. Banyak dealer yang makin menawarkan produksi motor tanpa bunga sekalipun. Saling mengandalkan kelebihan dan andalan motor masing-masing. Apalagi di daerah Jakarta sekarang makin rawan sekali kemacetan yang terjadi. Terkadang masyarakat rela mengkredit motor karena tergiur dengan tingkat pernawaran yang cukup rendah.
Penjualan suku cadang dengan konsep swalayan karena tingginya permintaan sepeda motor seiring meningkatnya daya beli suku cadang dan aksesoris motor. Dealer untuk pemilihan lokasi mengutamakan kedekatan dengan calon pembeli, pada tahap awal difokuskan pada daerah tempat tinggal atau perumahan dengan populasi pengendara motor.

A.Pendahuluan
Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi imereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagabi model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas.

Kurva Penawaran


Kurva permintaan


A. Elastisitas Harga Permintaan
Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.
Koefisien Elastisitas Permintaan
Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :
Ed = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan harga,
atau
Keterangan :
ED = Elastisitas permintaan
Q2 = Kuantitas permintaan setelah perubahan
Q1 = Kuantitas permintaan awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal
Dalam perhitungan koefisien elastisitas ini, angka minus tidak perlu ditulis karena kita telah mengetahui bahwa antara harga dan permintaan berslope negatif. Artinya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan, dan sebaliknya (hukum permintaan).
Contoh : Apabila harga es krim naik dari $2 menjadi $2,2 dan jumlah pembelian turun dari 10 batang menjadi 8 batang, maka elastsitas permintaan dihitung sebagai berikut :
Koefisien sebesar 2,32 menunjukkan bahwa perubahan harga sebesar 1 persen akan menimbulkan perubahan permintaan sebesar 2,32 %. Elastisitas permintaan memiliki hubungan negatif (arahnya berbalikan), yaitu ketika harga naik permintaan akan turun, vice versa. Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
Ada empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan :
1. Produk substitusi.
Semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan semakin elastis. Hal ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika terjadi kenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif terhadap perubahan harga.
2. Prosentase pendapatan yang dibelanjakan.
Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk tersebut, maka permintaan semakin elastis. Produk yang harganya mahal akan membebani konsumen ketika harganya naik, sehingga konsumen akan mengurangi permintaannya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah.
3. Produk mewah versus kebutuhan.
Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis, dimana konsumen sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya. Akibatnya, kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. Sebaliknya, permintaan akan produk mewah cenderung elastis, dimana barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari. Akibatnya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan.
4. Jangka waktu permintaan dianalisis.
Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis, semakin elastis permintaan akan suatu produk. Dalam jangka pendek, kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari oleh konsumen, sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi. Dalam jangka panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga, sehingga mereka akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam jangka panjang kualitas dan desain produk juga berubah, sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah ke produk lain.
Elastisitas dan Total Penerimaan (penjual/produsen)
Elastisitas permintaan mempengaruhi total penerimaan yang diterima oleh penjual ataupun produsen. Hubungan keduanya adalah sebagai berikut :
1. Permintaan tidak elastis sempurna (= 0), perubahan harga tidak mempengaruhi kuantitas yang diminta atas barang. Dengan demikian, kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan, vice versa.
2. Permintaan tidak elastis (< 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta < dari prosentase perubahan harga. Oleh karena itu, kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan penjual/produsen, vice versa.
3. Permintaan uniter elastis (= 1), prosentase perubahan kuantitas = prosentase perubahan harga. Dengan demikian, tidak ada pengaruh terhadap total penerimaan.
4. Permintaan elastis (> 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta > dari prosentase perubahan harga. Oleh karenanya, kenaikan harga akan menurunkan total penerimaan penjual/produsen, vice versa.
5. Permintaan elastis sempurna (tak terhingga), kenaikan harga akan menyebabkan permintaan turun jadi 0. Oleh karenanya, kenaikan harga sekecil apapun akan menghilangkan total penerimaan. Sementara penurunan harga akan menurunkan total penerimaan.
Pembuktian akan hubungan antara hubungan antara elastisitas dan total penerimaan ini dapat disimulasikan sendiri dengan menentukan koefisien elastisitas sebuah produk.
B. Rumusan Masalah
- Apa yang menyebabkan masyarakat tertarik menggunakan kendaraan bermotor?
-Seberapa besar permintaan dan penawaran kendaraan bermotor di DKI Jakarta?
C. Tujuan penulisan
Makalah ini dibuat bertujuan agar kita mengetahui tingkat penawaran dan permintaan kendaraan bermotor yang ada di DKI Jakarta. Seperti PT Honda, yang sekarang ini sedang berencana meluncurkan motor terbaru, yaitu Honda revo. Semakin banyak model dan kelebihan motor dari berbagai macam masyarakat pun lebih memilih terbaik dari yang terbaik serta mencari tanpa bunga.

II. Isi

Pemilihan model transportasi ditentukan oleh pesyaratan pokok berupa
pemindahan barang dan manusia yang dilakukan dalam jumlah besar dengan jarak yang
relatif dekat. Transportasi massa merupakan pilihan terbaik dibandingkan dengan
transportasi individual, dimana dilakukan dengan mengurangi jumlah sarananya sekecil
mungkin dan dalam waktu tempuh yang singkat akan memperoleh efisiensi tertinggi,
sehingga pemakaian total energi penumpang makin kecil dan intensitas emisi pencemar
yang dikeluarkan berkurang.
Penggunaan energi dan pencemaran udara merupakan dasar perencanaan
perkotaan dalam pembangunan sistem transportasi perkotaan. Selama sistem transportasi
yang memadai terlaksana dalam konteks perencanaan kota yang ada, maka melalui
manajemen transportasi, efisiensi energi untuk pencegahan pencemaran udara dapat
dilakukan. Dengan demikian untuk mencapai suatu sistem yang hemat energi, diperlukan
upaya proaktif yang menjamin proses transportasi direncanakan sesuai dengan tata ruang
dan perencanaan kota dalam rentang waktu tertentu. Keadaan ini banyak ditemui di kotakota
besar Indonesia dan juga kota-kota megah lain di dunia. Upaya remedial sistem
transportasi yang diterapkan lebih banyak yang bertujuan untuk memecahkan masalah
yang timbul sekarang dan masa mendatang tanpa integrasi yang sesuai dengan
perencanaan kota.

III. Metode

Metodologi penelitian
A. Pemilihan Subjek

1. Populasi : Produksi Motor di DKI jakarta
2. Sampel : Produksi Motor di DKI jakarta
3. Teknik : Library Research (Study Pustaka).


B. Desain dan Pendekatan Penelitian

1. Alat Penelitian : a. Buku Pengantar Ekonomi Mikro & Makro
b. Internet

C. Metode Pengumpulan Data
Penulis mengumpulkan data dari sumber internet, buku kemudian penulis mengumpulakan data-data tersebut menjadi satu sehingga terbuatlah makalah yang bertema permintaan dan penawaran Motor di Indonesia.



IV. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan yang dapat saya ambil dari penulisan makalah ini adalah Motor merupakan salah satu alat transportasi yang sedang di gandrungi masyarakat saat ini. Selain irit dan juga mencari jalan aman selain menggunakan mobil yang dapat menyebabkan kemacetan yang berlarut-larut. Saran dari penulis yaitu hati-hati dan perhatikan produk yang anda ingin beli terlebih dahulu jangan karena model yang bagus anda ingin membeli tapi pilihlah kualitasnnya.
Dengan dibuatnya makalah ini semoga bermanfaat bagi pembaca dan dapat menambah pengetahuan kita tentang permintaan dan penawaran Motor di DKI Jakarta pada saat ini

V. Penutup
Sekian makalah yang saya buat apabila ada kesalahan saya mohon maaf, dan semoga makalah ini dapat memberikan masukan tentang permintaan dan penawaran motor di DKI Jakarta. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar